Sebuah Opini #1 Seberapa sayang kita kepada ibu kita? Semalam saya nonton podcast Om Dedy dan Young Lex terbaru, di awal topik bahasan mereka adalah seorang remaja laki-laki yang memukul-mukul kepala wanita tua dengan cukup keras, parahnya dikontenin dengan begitu PD-nya. Menurut saya siapapun manusia yang sayang ibunya menyaksikan tayangan ini, akan merasakan kesal dan kasihan secara bersamaan. Saya tertarik pada salah satu pendapatnya Om Dedy bahwa “Kalo loe gak taat masih gak papa, gak taat artinya beda pendapat, beda pilihan, tapi kalau nggak hormat itu hal yang berbeda.” (yang pernah ngaji Ta’lim Muta’alim pasti familiar dengan kalimat ini, dan memang begitu seharusnya) Tentang ibu, saya tertarik dengan sosok Young Lex. Meski penampilannya yang lebih mirip preman, tapi Young lex ini adalah sosok anak yang dekat dan sayang luar biasa dengan ibunya. Tidak jarang Young Lex kemana-mana selalu mengajak ibunya. Puncaknya, saat salah satu Youtuber Ferry Irwandi mem...
- SHINTA - /1/ Mumpung masih pagi, ingatanku masih bekerja secara sempurna ... Kemaren aku cerita sampai pada dimana aku mendapat salam dari Shinta. Tentu hal ini satu mengejutkanku, dua membuatku bingung, dan ketiga membuatku bahagia. Seperti normalnya manusia aku katakan "Salam balik." Kawanku yang dititipi salam (sebut saja namanya Zahid) nampak menyiratkan senyum curiga. Setelah aku menitipkan salam kembalian kepadanya untuk Shinta. "Shinta kondo aku. Jane dekne ape tresno karo awakmu. Tapi gak sido, soale keciliken." Wajahku yang semula senyum menjadi tegang, aku tersinggung. Oke, aku tidak menutupi kemungkinan kalau Shinta adalah kakak kelasku. Tapi hal ini tidak seharusnya diucapkan, bukan? Aku menarik napas panjang, kepada Zahid aku mengulurkan senyum sebelum aku pergi meninggalkannya dan meninggalkan perbincangan tentang Shinta. /2/ Besoknya, saat jam istirahat Zahid dan satu temannya (sebut saja Zuhud). Mendatangiku di ...