Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label HUMOR

Sehidup Senampan

Kita pernah tanding satu arena Tangan kita pernah meraup nasi yang masih mengepulkan asap panas, pada nampan yang sama. Makan sepotong daging sapi yang digigit silih berganti Tak mungkin dipungkiri ludah kita yang aromanya bheneka pernah tunggal ika. Momen seperti ini memang sering terjadi, namun tetap terjalin mesrah. Mungkin cinta antar sesama ini, yang terkadang membuat lupa memikirkan igo wekase dewe-dewe. Sebenarnya ... Dalam relung batin kita paling dalam, kita tidak pernah siap untuk menjadi dewasa. Bagi kami Dewasa terlalu monoton, terlalu banyak pertimbangan, terlalu ruwet bin bulet. Namun bagaimanapun kita juga sadar, masa aktif kebebasan seperti ini cepat atau lambat pasti akan habis. Dan pada akhirnya kita akan dihadapkan dengan pulang, larung bersama masyarakat tempat kita tinggal. Tergantung kita, pinter-pinteran mecari alasan agar tidak disuruh orang tua pulang dengan segera. Wkwkwkw .... Aliefirfan,_

Bapak tanpa ibu

Pada sebuah pagi di Baureno Senin, 03 Februari 2020 Fajar pertama memapar cahaya, seorang ibu sudah bersekutu dengan tempe dan bumbu di dapur. Angin yang mendekapku terlalu erat, membuatku tak bisa tidur nyenyak. Aku menyerah, memilih bangun, menyeret diri menuju kamar mandi. Ibuku, atau tepatnya ibuku tersayang. Sudah dalam keadaan terjaga, entah sejak kapan, namun semua masakan telah paripurna. Tinggal timpe yang sudah terpotong untuk dimasukan ke wajan. Sambil lalu, aku sedikit menyapa. Karena terlalu gugup, subuh sudah dekat dan aku belum sholat isya. Di atas ranjang yang terbuat dari bambu, aku dengan kecepatan diatas rata-rata, mengejar waktu sholat isya. Salam, Tarkhim sudah mengalun pelan. Di dapur masih berisik suara, entah ibukku sedang melakukan percobaan apa. Yang jelas kini aku sedang ingin mengikuti kata mata (bukan kata hati) untuk tidur lagi. Belum genap semenit, adzan subuh dari seluruh penjuru sudah mengepung telingku, termasuk suara merdu bapak yang menggema di...

ZAMAN KULIAH.

ZAMAN KULIAH. oleh: Aliev Irvan "Ayo pak Ji" komando mbah imam setiap sela pergantian mata kuliah. "Aku mok duwe duwek 2.000 mbah, tapi aku pingin tuku sarapan karo kopi" Musti ngene jawabe Alief "Alah gampang iku" dengan sombongnya Mbah Imam. Akhirnya kami berangkat rame-rame satu kelas, aku dan mbah imam langsung ambil nasi bungkus pesan es, dan menyantapnya dengan nikmat, sambil bicara ngalor-ngidol. Sampai makanan kami habis. "Ayo mbalik sek lif" Ajak mbah imam "Ayok mbah" Sambil meletakan uang 2.000 diatas meja aku dan mbah imam lalu berlari pergi ke kelas dengan tertawa senang. Jika sudah seperti ini, lagi-lagi kak Zen yang harus berbaik hati. Melunasi biaya kami berdua. Itu terjadi setiap kuliah selama 5 semester sebelum warung pak Ji akhirnya ditutup. Wkwkwk ..... __________________________________________ Ada lagi ..... Kelas waktu itu berencana membuat seragam berupa kaos, dengan har...